radjautan ............................................................. singa

Sekedar filosofi sakit yang ringan, bukan menentang kalimat yang sudah ada, bukan pula menantang kekuatan alam.

SADAR???

Kepercayaan yang kita anut memang pertama kali berasal dari orang tua kita sendiri, namun.. tentu.. kita mempunyai kekebesan untuk memiliki kepercayaan masing - masing!!

Ehmm... ingat Rukun Islam ?? (maaf.... aku muslim.. jadi kubawakan dari segi Islam)

Aaah... apa susahnya seh bilang untuk percaya ma TUHAN dan RASUL kita?? mudah?? ya iyalaahh. Heiii.. baru syarat pertama kok!

Beribadah, sholat, sembahyang! 5 kali dalam sehari, mari tanya hati kita! Sanggup, Ga sanggup, Sanggup, Ga sanggup??? Harus tanpa bolong ya? ehmm.. kok terlihat lebih susah dari sekedar membaca untuk percaya ma Tuhan dan Rasul??

Puasa?? Yaa.. bisa lah, untuk 1 bulan dalam 1 tahun seh. Kalau untuk setiap Senin & Kamis?? Jika untuk puasa sunah lainnya? Ehmm..ternyata mendingan 5 kali diatas sajadah dalam sehari deh..

Zakat, woww.. kata orang seh "Ga ada yang gratis di dunia ini?!", cari kerja aja susah payah, apalagi cari materi? Tapi kok, kita harus membagi 2,5% untuk orang lain ya? Setelah peras keringat? Setelah begadang dan lembur? Tapi kita harus ikhlas ya?? Ternyata, kita harus tidak cuma membuat tubuh ini susah untuk melakukan ajaran agama, tapi tangan ini, hati ini, harus juga tahan dan sabar yaa?

Haji memang idaman muslim, tapi.. hari gini? Mencari 100juta/tahun aja eh busyett! Menabung 5juta/bulan aja,lah kapan makannya? Eh.. kok kita harus ikhlas mengeluarkan puluhan juta hanya untuk Tawaf dan Sa'i?? Harus mampu berdesakan? mampu suci dan jernih pikiran? Mampu menerima balasan jahatnya tubuh ini?

Well... agama ku, kepercayaan ku, ternyata tidak ingin tubuh dan jiwa ini murah, ternyata tidak cukup jika ku menjalankan yang intinya saja, ternyata disana ada perbedaan kamar dari setiap keimanan kita. Jadi, jika ku sanggup untuk level 1, harus ke level 2 ya? terus hingga level tertinggi? tak berujung?? Kapan bisa santainya? Kapan tidak tambah susah??

Sepertinya ini masih sangat.. sangat.. jauh lebih sederhana, masih banyak neh perbuatan, perlakuan, yang seiiring ajaran ku. Masih ada kewajiban kita membaca kitab, melakukan hal sunah, tata cara berpakaian (padahal kan sekarang modern!), tata krama, tata hasrat (siapa yang mampu bilang mudah?), duh ga akan habis level surgawi ini. Melakukan untuk tubuh ini aja masih susah payah, apalagi untuk manusiawi??

Surgawi.. dan bacaan untuk mereka yang ingin mendampingi Rasul-ku!!!

 


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.