radjautan ............................................................. singa

singa's posts with tag: hidup susah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hidup susah

Sekedar filosofi sakit yang ringan, bukan menentang kalimat yang sudah ada, bukan pula menantang kekuatan alam.

SADAR???

Kepercayaan yang kita anut memang pertama kali berasal dari orang tua kita sendiri, namun.. tentu.. kita mempunyai kekebesan untuk memiliki kepercayaan masing - masing!!

Ehmm... ingat Rukun Islam ?? (maaf.... aku muslim.. jadi kubawakan dari segi Islam)

Aaah... apa susahnya seh bilang untuk percaya ma TUHAN dan RASUL kita?? mudah?? ya iyalaahh. Heiii.. baru syarat pertama kok!

Beribadah, sholat, sembahyang! 5 kali dalam sehari, mari tanya hati kita! Sanggup, Ga sanggup, Sanggup, Ga sanggup??? Harus tanpa bolong ya? ehmm.. kok terlihat lebih susah dari sekedar membaca untuk percaya ma Tuhan dan Rasul??

Puasa?? Yaa.. bisa lah, untuk 1 bulan dalam 1 tahun seh. Kalau untuk setiap Senin & Kamis?? Jika untuk puasa sunah lainnya? Ehmm..ternyata mendingan 5 kali diatas sajadah dalam sehari deh..

Zakat, woww.. kata orang seh "Ga ada yang gratis di dunia ini?!", cari kerja aja susah payah, apalagi cari materi? Tapi kok, kita harus membagi 2,5% untuk orang lain ya? Setelah peras keringat? Setelah begadang dan lembur? Tapi kita harus ikhlas ya?? Ternyata, kita harus tidak cuma membuat tubuh ini susah untuk melakukan ajaran agama, tapi tangan ini, hati ini, harus juga tahan dan sabar yaa?

Haji memang idaman muslim, tapi.. hari gini? Mencari 100juta/tahun aja eh busyett! Menabung 5juta/bulan aja,lah kapan makannya? Eh.. kok kita harus ikhlas mengeluarkan puluhan juta hanya untuk Tawaf dan Sa'i?? Harus mampu berdesakan? mampu suci dan jernih pikiran? Mampu menerima balasan jahatnya tubuh ini?

Well... agama ku, kepercayaan ku, ternyata tidak ingin tubuh dan jiwa ini murah, ternyata tidak cukup jika ku menjalankan yang intinya saja, ternyata disana ada perbedaan kamar dari setiap keimanan kita. Jadi, jika ku sanggup untuk level 1, harus ke level 2 ya? terus hingga level tertinggi? tak berujung?? Kapan bisa santainya? Kapan tidak tambah susah??

Sepertinya ini masih sangat.. sangat.. jauh lebih sederhana, masih banyak neh perbuatan, perlakuan, yang seiiring ajaran ku. Masih ada kewajiban kita membaca kitab, melakukan hal sunah, tata cara berpakaian (padahal kan sekarang modern!), tata krama, tata hasrat (siapa yang mampu bilang mudah?), duh ga akan habis level surgawi ini. Melakukan untuk tubuh ini aja masih susah payah, apalagi untuk manusiawi??

Surgawi.. dan bacaan untuk mereka yang ingin mendampingi Rasul-ku!!!

 


Sekedar filosofi sakit yang ringan, bukan menentang kalimat yang sudah ada, bukan pula menantang kekuatan alam.

SADAR???

Dimulai dengan 9 bulan kita sudah susah untuk bergerak dalam kandungan bunda.

Saat bibir ini tak mampu untuk berkata, kita harus susah payah menyampaikan bahwa.. "Mamaa...laperrr..."! Hanya tangis yang kita ciptakan untuk setetes asi.

Merangkak, hanya untuk memuaskan tubuh ini berpindah tempat.

Berjalan, jatuh demi jatuh, tapi kaki ini harus mampu membawa kita lebih cepat ke tempat itu!

Berlari, adakah kita tak melukai diri kita saat jatuh berlari?

Apa sudah lengkap upaya diri ini dalam perjuangan hidup? Belum... mari lanjut!!

TK, yaa.. ga jauh dari hafal akan abjad & huruf.

SD, woww.. ku bisa berhitung dan membaca.

SMP, ternyata.. buku cetak itu sudah lekat dalam tas punggung kita.

SMA, Duhh.. kenapa ya semakin banyak buku? semakin banyak mata pelajaran?

S1, kenakan toga!! tapi, lewati dulu buku tebalmu! daya analisa mu! dan puluhan kerdus akan diktat mu itu!

S2, beuhh.. seakan mampu buat teori sendiri neh!?!

Well.... kenapa makin lama makin susah ya? tapi, kenapa kita terus ingin meraih itu semua?? yaa.. ini semua bicara tentang duniawi, bukan kita seorang yang beruntung. Apa iya? kita cukup sampai bisa berbicara dan berlari dan membaca? Hanya untuk meraih senyum dan tawa dunia? Hahahaaa.. kepala ini aja ga pernah mau berhenti untuk mencari yang jauh lebih susah, untuk belajar, berusaha, berperang, karena cuma 1, cuma untuk bertahan hidup!!!!

Jika tubuh ini sangat ingin menikmati hidup yang ada, mengapa ku harus meraih seragam sekolah? mengapa ku wajib punya nama tambahan sarjana? Kenapa setelah seragam sekolah tidak jadi staff? Kenapa hanya S1 yang tidak jadi buruh?

Duniawi.. dan bacaan bukan untuk orang yang beruntung !!!

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.